Doa Thawaf Lengkap dengan Terjemahan Indonesia

Doa Thawaf Lengkap dengan Terjemahan Indonesia

Doa Thawaf Lengkap dengan Terjemahan Indonesia

Thawaf adalah salah satu rukun ibadah umroh dan haji yang paling agung. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sambil berdoa dan berzikir merupakan pengalaman spiritual yang tak ternilai harganya. Bagi jutaan jamaah Muslim Indonesia yang berencana menunaikan umroh atau haji, memahami doa thawaf lengkap dengan terjemahan Indonesia adalah bekal yang sangat penting. Dengan memahami makna setiap doa yang dibaca, khusyuk dalam beribadah pun akan lebih mudah diraih. Artikel ini hadir untuk membantu Anda mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum melangkahkan kaki mengelilingi Baitullah yang mulia.

Apa Itu Thawaf dan Mengapa Doa Sangat Penting?

Thawaf secara bahasa berarti mengelilingi sesuatu. Dalam konteks ibadah, thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, dengan Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah. Thawaf termasuk salah satu rukun umroh yang wajib dilaksanakan, sehingga meninggalkannya akan membatalkan ibadah umroh.

Rasulullah SAW bersabda bahwa thawaf di Ka’bah adalah ibadah yang sangat mulia. Dalam sebuah hadis, beliau menjelaskan bahwa thawaf memiliki keutamaan yang luar biasa, di mana setiap langkah yang diayunkan akan dicatat sebagai amal kebaikan. Oleh karena itu, memanfaatkan waktu thawaf dengan doa-doa yang baik adalah sangat dianjurkan.

Perlu diketahui, secara fiqih Islam tidak ada doa khusus yang bersifat wajib atau mengikat untuk setiap putaran thawaf. Para ulama menerangkan bahwa jamaah bebas berdoa dengan doa apa pun yang baik selama thawaf. Namun, para ulama terdahulu telah merumuskan kumpulan doa yang disunnahkan dan bersumber dari hadis Nabi SAW serta praktik para salafus shalih, yang kemudian dirangkum menjadi panduan doa untuk tiap putaran. Memahami doa-doa ini beserta terjemahannya akan membantu Anda lebih fokus dan meresapi makna ibadah yang sedang dilakukan.

Persiapan Sebelum Memulai Thawaf

Sebelum membahas doa per putaran, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan sebelum memulai thawaf:

1. Pastikan dalam keadaan suci (bersuci dari hadas)
Thawaf disyaratkan dalam keadaan suci dari hadas besar dan hadas kecil. Pastikan Anda telah berwudu sebelum memulai thawaf. Bagi jamaah perempuan, tidak diperbolehkan thawaf dalam keadaan haid atau nifas.

2. Menutup aurat dengan sempurna
Bagi jamaah laki-laki yang berihram, pastikan bahu kanan terbuka (idhtiba’) saat thawaf qudum dan thawaf umroh. Bagi jamaah perempuan, pastikan seluruh aurat tertutup kecuali wajah dan telapak tangan.

3. Menuju Hajar Aswad
Thawaf dimulai dari arah sejajar Hajar Aswad. Jika memungkinkan, cium Hajar Aswad. Jika tidak bisa karena penuh sesak, cukup istilam (mengusapkan tangan) atau memberi isyarat dari kejauhan dengan mengangkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan:

Bismillahi Allahu Akbar

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.”

4. Niat Thawaf
Niat dilakukan dalam hati bahwa Anda akan melaksanakan thawaf sebagai bagian dari ibadah umroh atau haji. Ucapkan dalam hati: “Aku niat thawaf tujuh putaran karena Allah Ta’ala.”

Doa Thawaf Putaran Pertama

Setelah memulai dari Hajar Aswad dengan membaca Bismillahi Allahu Akbar, pada putaran pertama jamaah dianjurkan membaca doa berikut sepanjang putaran:

Subhaanallahi walhamdulillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wassholaatu wassalaamu ‘alaa rasulillahi shollallahu ‘alaihi wasallam. Allahummaniimaanam bika, wa tashdiqon bikitaabika, wa wafaaan bi’ahdika, wattibaa’an lisunnati nabiyyika Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam.

Terjemahan:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW. Ya Allah, (aku thawaf ini) dengan iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati janji kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

Doa ini mencerminkan ikrar keimanan dan komitmen seorang Muslim untuk selalu berpegang teguh pada ajaran Islam. Pada setiap melewati Hajar Aswad, jamaah dianjurkan kembali memberi isyarat atau istilam dan membaca: Allahu Akbar.

Doa Thawaf Putaran Kedua

Pada putaran kedua, jamaah dianjurkan membaca doa berikut:

Allahuma inna haadzal baita baituka wal haramu haramuka wal amna amnuka wal ‘abdu ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika wa haadzaa maqaamul ‘aa-idzi bika minannaari, fa harrim lahmanaa wa damaanaa ‘alannaar.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah-Mu, tanah haram ini adalah tanah haram-Mu, keamanan ini adalah keamanan-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu, dan aku adalah hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu. Ini adalah tempat berlindung bagi orang yang berlindung kepada-Mu dari api neraka. Maka haramkanlah daging dan darah kami dari api neraka.”

Doa putaran kedua ini mengandung permohonan yang sangat dalam, yaitu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari siksa neraka. Setiap Muslim tentu memiliki harapan besar untuk terhindar dari azab Allah dan mendapatkan surga-Nya. Momen thawaf adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan permohonan mulia ini.

Doa Thawaf Putaran Ketiga

Memasuki putaran ketiga, bacalah doa berikut ini dengan penuh kekhusyukan:

Allahuma innii a’uudzubika minal syakki washshirki wannifaaqi wasy-syiqaaqi wa suu-il akhlaaq wa suu-il manzhari wal munqalabi fil maali wal ahli wal walad.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, kesyirikan, kemunafikan, perselisihan, akhlak yang buruk, penampilan yang buruk, dan dari keadaan yang buruk dalam harta, keluarga, dan anak.”

Doa putaran ketiga ini adalah permohonan perlindungan dari berbagai penyakit hati yang dapat merusak iman dan kehidupan seorang Muslim. Memohon perlindungan dari syirik (menyekutukan Allah) adalah doa yang sangat fundamental karena syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam yang tidak diampuni Allah jika pelakunya meninggal dalam keadaan demikian.

Doa Thawaf Putaran Keempat

Pada putaran keempat, pertengahan thawaf, jamaah dianjurkan berdoa:

Allahuma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaata fiddunya wal aakhirah. Allahuma innii as-alukal fauza bil jannati wannajaata minannaari wa ‘afwa ‘anil hisaab.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu maaf, kesehatan, dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemenangan dengan (masuk) surga, keselamatan dari neraka, dan pemaafan dari perhitungan amal.”

Doa ini sangat sesuai dengan kebutuhan setiap Muslim yang mendambakan kebaikan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat. ‘Afiyah (kesehatan dan keselamatan) adalah salah satu nikmat terbesar yang sering terlupakan manusia. Memanfaatkan momen di Baitullah untuk memohon afiyah adalah tindakan yang sangat bijaksana.

Doa Thawaf Lengkap dengan Terjemahan Indonesia - ilustrasi

Doa Thawaf Putaran Kelima

Memasuki putaran kelima, bacalah doa berikut:

Allahuma a-innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik. Allahuma innii as-aluka maa sa-alaka minhu nabiyyuka Muhammadun shollallahu ‘alaihi wasallam wa a’uudzubika mimma ista’aadza minhu nabiyyuka Muhammadun shollallahu ‘alaihi wasallam.

Terjemahan:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu apa yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad SAW kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Nabi-Mu Muhammad SAW berlindung darinya.”

Doa putaran kelima ini mengandung keindahan tersendiri karena jamaah secara langsung mengikuti jejak permohonan Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk kecintaan seorang Muslim kepada nabinya dan upaya untuk meneladani beliau bahkan dalam hal berdoa kepada Allah.

Doa Thawaf Putaran Keenam

Pada putaran keenam, doa yang dianjurkan adalah:

Allahuma innii laka katsiirun min dzunuubi wal khathaa-i wa ‘indaka wasi’atur rahmati, yaa ghaafiradz dzambi kabiirihi washaghhiirii waqdiimal ‘ahdi wal jadiid ighfir lii kabaa-ira dzunuubii, innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki banyak dosa dan kesalahan di hadapan-Mu, namun di sisi-Mu ada rahmat yang luas. Wahai Dzat yang mengampuni dosa besar maupun kecil, dosa lama maupun baru, ampunilah dosa-dosaku yang besar, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”

Doa putaran keenam ini adalah doa permohonan ampunan yang sangat menyentuh hati. Mengakui banyaknya dosa di hadapan Allah sambil menyandarkan diri pada luasnya rahmat-Nya adalah sikap seorang hamba yang benar-benar merendahkan diri di hadapan Tuhannya. Inilah inti dari thawaf: mendekatkan diri kepada Allah dengan sepenuh hati.

Doa Thawaf Putaran Ketujuh

Pada putaran terakhir atau putaran ketujuh, jamaah dianjurkan menutup thawaf dengan doa yang penuh harapan:

Allahuma innii as-aluka iimaanam kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan waasi’an wa qalban khaasyi’an wa lisaanan dzaakiran wa halaaalan thayyiban wa taubatan nasuuhan wa taubatan qabla almawti wa raahatan ‘inda almawti wa maghfiratan wa rahmatan ba’da almawt.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang tulus, rezeki yang luas, hati yang khusyuk, lisan yang selalu berzikir, rezeki yang halal dan baik, taubat yang sungguh-sungguh, taubat sebelum kematian, ketenangan saat kematian, ampunan dan rahmat setelah kematian.”

Doa penutup thawaf ini merangkum seluruh kebutuhan seorang Muslim, mulai dari kehidupan dunia hingga kehidupan sesudah mati. Inilah doa komprehensif yang menggambarkan betapa seorang jamaah membutuhkan Allah dalam setiap aspek kehidupannya.

Doa Saat Melewati Rukun Yamani dan Menuju Hajar Aswad

Selama thawaf, terdapat dua titik penting yang perlu mendapat perhatian khusus:

Rukun Yamani
Rukun Yamani adalah salah satu sudut Ka’bah yang dianjurkan untuk diusap dengan tangan kanan (jika memungkinkan) tanpa memberi isyarat. Rasulullah SAW selalu mengusap Rukun Yamani setiap melewatinya. Saat mengusap Rukun Yamani, tidak ada bacaan khusus, namun jamaah bisa membaca:

Bismillahi Allahu Akbar

Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, terdapat doa yang sangat dianjurkan berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaabannaar.

Terjemahan:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW, sehingga memiliki keutamaan yang sangat besar. Pastikan Anda selalu membaca doa ini setiap kali melewati segmen antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad di setiap putaran.

Doa Setelah Selesai Thawaf (Doa di Maqam Ibrahim)

Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jamaah disunahkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan karena penuh, boleh dilakukan di tempat lain di dalam Masjidil Haram.

Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun. Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.

Setelah shalat dua rakaat, bacalah doa berikut:

Allahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyatii faqbal ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa a’thinii su-lii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzunuubii. Allahumma inni as-aluka iimaanan yubaasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lama annahu laa yushiiibunii illaa maa katabta lii.

Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan perbuatanku yang terang-terangan, maka terimalah uzurku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka penuhilah permintaanku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh hatiku dan keyakinan yang tulus hingga aku mengetahui bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan untukku.”

Setelah itu, jamaah dianjurkan minum air zamzam sambil berdoa:

Allahuma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifaa-an min kulli daa-in wa saqamin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Terjemahan:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit dan sakit dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”

Tips Praktis Membaca Doa Saat Thawaf

Berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat membantu Anda memaksimalkan ibadah thawaf:

1. Hafalkan doa-doa penting sebelum berangkat
Usahakan untuk menghafal setidaknya doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Rabbana atina fiddunya hasanah) karena doa ini dibaca setiap putaran. Untuk doa per putaran yang panjang, Anda boleh membaca dari buku panduan atau aplikasi di ponsel.

2. Gunakan aplikasi panduan umroh
Saat ini tersedia banyak aplikasi panduan umroh dan haji yang memuat doa-doa thawaf lengkap dengan terjemahan, seperti aplikasi Umroh Pintar, Muslim Pro, atau aplikasi resmi dari Kemenag. Manfaatkan teknologi untuk mendukung kekhusyukan ibadah Anda.

3. Jangan terburu-buru
Thawaf bukan lomba kecepatan. Berjalanlah dengan tenang dan khidmat, terutama bagi jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Yang terpenting adalah menyelesaikan tujuh putaran dengan sah, bukan dengan cepat.

4. Boleh berdoa dengan bahasa Indonesia
Jika Anda belum hafal doa-doa Arab di atas, Anda diperbolehkan berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun yang Anda pahami. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya tanpa memandang bahasa yang digunakan.

5. Perbanyak shalawat dan zikir
Di sela-sela doa, perbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (La ilaha illallah). Ini adalah zikir-zikir terbaik yang bisa menghiasi langkah thawaf Anda.

6. Jaga kondisi fisik
Thawaf bisa memakan waktu yang cukup lama, terutama saat musim ramai. Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang baik, tidak dalam keadaan lelah atau sakit. Istirahat yang cukup sebelum thawaf adalah persiapan yang bijak.

Kesimpulan

Thawaf adalah momen paling sakral dalam ibadah umroh dan haji. Mengelilingi Ka’bah sambil mengucapkan doa-doa yang bermakna adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan merasakan kehadiran-Nya yang Maha Agung. Doa thawaf lengkap dengan terjemahan Indonesia yang telah dipaparkan di atas mencakup doa untuk tujuh putaran, doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, serta doa setelah shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim.

Yang perlu diingat, doa-doa di atas bukan bersifat wajib dalam arti meninggalkannya tidak membatalkan thawaf. Namun, memanfaatkan setiap langkah thawaf dengan doa yang bermakna tentu akan membuat ibadah Anda lebih berkualitas dan penuh kekhusyukan. Pemahaman atas makna doa juga membantu jamaah untuk benar-benar meresapi setiap permohonan yang dipanjatkan, bukan sekadar mengucapkan kata-kata tanpa penghayatan.

Persiapkan diri Anda dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pelajari doa-doa ini, hafalkan yang mampu, dan simpan panduan untuk yang belum hafal. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, memberikan kemudahan dalam menjalankan umroh dan haji, serta menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa dekat kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Untuk informasi lebih lengkap seputar panduan ibadah umroh, tata cara thawaf, sa’i, dan tips perjalanan ke Tanah Suci, kunjungi terus umrohpintar.id — panduan terpercaya untuk jamaah umroh dan haji Indonesia.

Leave a Comment