
Doa Thawaf Lengkap dengan Terjemahan Indonesia
Thawaf adalah salah satu rukun ibadah umroh dan haji yang paling agung. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sambil melantunkan doa-doa penuh kekhusyukan merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi setiap jamaah. Namun, banyak jamaah yang merasa bingung atau kurang percaya diri karena tidak hafal doa thawaf yang lengkap. Padahal, memahami bacaan doa saat thawaf bukan hanya soal hafalan, melainkan soal penghayatan makna agar ibadah terasa lebih hidup dan bermakna. Artikel ini hadir untuk memberikan panduan doa thawaf lengkap beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, agar Anda bisa menjalani setiap putaran thawaf dengan hati yang khusyuk dan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.
Apa Itu Thawaf dan Mengapa Bacaan Doa Sangat Penting?
Thawaf secara bahasa berarti mengelilingi sesuatu. Dalam konteks ibadah, thawaf adalah ritual mengelilingi Ka’bah (Baitullah) sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad. Thawaf merupakan salah satu rukun umroh yang wajib dikerjakan, sehingga jika ditinggalkan maka ibadah umroh seseorang tidak sah.
Ada beberapa jenis thawaf yang perlu diketahui jamaah, yaitu:
- Thawaf Qudum: Thawaf yang dilakukan ketika pertama kali tiba di Masjidil Haram, sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.
- Thawaf Ifadhah: Thawaf yang merupakan rukun haji, dilakukan setelah wukuf di Arafah.
- Thawaf Wada: Thawaf perpisahan yang dilakukan menjelang kepulangan ke tanah air.
- Thawaf Umroh: Thawaf yang merupakan bagian dari rukun umroh.
- Thawaf Sunnah (Tathawwu’): Thawaf yang dilakukan secara sukarela kapan saja saat berada di Masjidil Haram.
Soal bacaan doa saat thawaf, para ulama memberikan kebebasan kepada jamaah. Tidak ada doa khusus yang ditetapkan secara baku untuk setiap putaran thawaf berdasarkan hadits yang shahih. Namun, para ulama dan imam besar seperti Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar serta Imam Ibnu Qudamah menyebutkan beberapa bacaan yang dianjurkan berdasarkan riwayat para sahabat dan tabi’in. Yang paling penting adalah memperbanyak dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an selama thawaf berlangsung.
Doa Pembuka Sebelum Memulai Thawaf
Sebelum memulai thawaf, seorang jamaah disunnahkan untuk membaca niat dan memulai putaran dari garis lurus sejajar Hajar Aswad. Ketika memandang Hajar Aswad atau menghadap ke arahnya, bacalah:
Bismillahi Allahu Akbar
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Kemudian, saat memulai setiap putaran dari Hajar Aswad, disunnahkan untuk mengucapkan isyarat atau mengusap Hajar Aswad sambil membaca:
Bismillahi Allahu Akbar, wa lillahil hamd
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah.”
Jika tidak memungkinkan untuk menyentuh atau mengusap Hajar Aswad karena kepadatan jamaah, cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya sambil mengucapkan takbir tersebut. Hal ini sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Doa Thawaf Putaran Pertama hingga Ketujuh
Berikut ini adalah panduan doa dan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada setiap putaran thawaf. Perlu dipahami bahwa bacaan ini bersifat anjuran (sunnah), bukan wajib. Jamaah juga diperbolehkan membaca doa-doa lain, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir dengan dzikir yang dikuasainya.
Doa yang Dibaca di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Setiap Putaran)
Salah satu doa yang sangat dianjurkan dan memiliki dasar hadits yang kuat adalah doa yang dibaca ketika berjalan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Doa ini dianjurkan dibaca pada setiap putaran:
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Doa ini merupakan doa Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah ayat 201 dan sangat dianjurkan dibaca saat thawaf berdasarkan hadits shahih dari riwayat Abu Dawud dan Ahmad.
Bacaan Doa Thawaf Putaran Pertama
Allahumma inni as-aluka bi ismika alladzi yumshi bihi ‘ala thalali al-mai’ kama yamshi ‘ala jaddil ardh. Allahumma inni as-aluka bi kulli ismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw anzaltahu fi kitabika, aw ‘allamtahu ahadan min khalqika, aw ista’tsarta bihi fi ‘ilmil ghaybi ‘indak, an taj’alal Qur’ana rabi’a qalbi, wa nura sadri, wa jalaa’a huzni, wa dzahaaba hammi.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang dengannya berjalan di atas lautan sebagaimana berjalan di atas daratan. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai musim semi hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan lenyapnya kegundahanku.”
Bacaan Doa Thawaf Putaran Kedua
Allahumma inna hadzal bait baytukalladzi ja’altahu mubaarakan wa hudan lil ‘aalamin. Allahumma innaka qulta: wa man dakhalahu kaana aminaa. Faj’alnii minalladzina dakhaluuhu fa-aminuu min ‘adzabika yaumal qiyamah.
“Ya Allah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah-Mu yang Engkau jadikan penuh berkah dan petunjuk bagi seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman: barang siapa memasukinya, maka dia dalam keadaan aman. Maka jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memasukinya dan aman dari azab-Mu pada hari kiamat.”
Bacaan Doa Thawaf Putaran Ketiga
Allahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri wa mawaqifil khizy fid dunyaa wal aakhirah. Rabbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaqumul hisaab.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran, kemiskinan, dan tempat-tempat kehinaan di dunia dan akhirat. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang beriman pada hari tegaknya perhitungan (hari kiamat).”
Bacaan Doa Thawaf Putaran Keempat
Allahumma ij’alhu hajjan mabruuraa, wa sa’yan masykuuraa, wa dzanban maghfuuraa, wa ‘amalan maqbuulaa, wa tijarotan lan tabuuraa, yaa ‘Aliim, yaa Khabiir.
“Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal yang diterima, dan perdagangan yang tidak akan merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang Maha Waspada.”
Meskipun bacaan ini lebih dikenal dalam konteks haji, jamaah umroh pun bisa menyesuaikannya sebagai doa harapan agar ibadah yang sedang dijalani diterima dan mendatangkan keberkahan.
Bacaan Doa Thawaf Putaran Kelima
Allahumma azhillanii tahta zhilli ‘arshika yauma laa zhilla illaa zhilluka, wa asqinii min ka’si sayyidinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam syarbatan haniii’atan laa adzma’u ba’dahaa abadaa.
“Ya Allah, naungilah aku di bawah naungan arsy-Mu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Mu, dan berilah aku minum dari gelas Nabi Muhammad SAW, seteguk air yang nikmat yang setelahnya aku tidak akan pernah merasa haus selamanya.”
Bacaan Doa Thawaf Putaran Keenam
Allahumma inna laka huquuqan kathiirah qashsartu ‘anhaa, wa laka ‘alayya ‘uhuudun kathiiratun qashsartu fii wafaa’ihaa, fas-aluka bi kulli maa sa-alaka bihi muqarrabun aw nabiyyun mursalun an tughfira lii maa madlaa wa an ta’shimanaa fiimaa baqiya.
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau memiliki hak-hak yang banyak yang aku telah lalaikan, dan Engkau memiliki banyak janji yang aku tidak bisa menepatinya dengan sempurna. Maka aku memohon kepada-Mu dengan segala sesuatu yang telah dimohonkan oleh para malaikat yang dekat atau para nabi yang diutus, agar Engkau mengampuni apa yang telah berlalu dan menjaga kami di sisa hidup kami.”
Bacaan Doa Thawaf Putaran Ketujuh
Allahumma inni as-aluka iimaanan kaamilan, wa yaqiinan shaadiqan, wa rizqan waasi’an, wa qalban khaashi’an, wa lisaanan dzakiran, wa halaalaan thayyibaan, wa tawbatan nasuuha qabla al-mawt, wa rahmatan ‘indal mawt, wa maghfiratan ba’dal mawt.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rezeki yang luas, hati yang khusyuk, lisan yang senantiasa berdzikir, (makanan) yang halal dan baik, taubat yang sesungguhnya sebelum kematian, rahmat saat kematian, dan ampunan setelah kematian.”
Dzikir dan Bacaan Tambahan yang Dianjurkan Selama Thawaf
Selain doa-doa khusus per putaran di atas, terdapat beberapa dzikir dan bacaan umum yang sangat dianjurkan selama thawaf berlangsung. Dzikir-dzikir ini bisa dibaca kapan saja di antara putaran thawaf:
1. Subhanallah, Walhamdulillah, Wa laa ilaaha illallah, Wallahu Akbar, Wa laa hawla wa laa quwwata illaa billah.
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
2. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
3. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”
Para ulama juga memperbolehkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah dihafal selama thawaf, sebab thawaf pada hakikatnya adalah waktu untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara apapun yang diridhai-Nya.

Doa Setelah Selesai Thawaf di Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jamaah disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri ketika membangun Ka’bah. Sebelum shalat, bacalah:
Wattakhidzuu min maqaami Ibraahiima mushallaa.
“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125)
Dalam dua rakaat shalat sunnah thawaf ini, disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah shalat, bacalah doa berikut:
Allahumma innaka ta’lamu sirri wa ‘alaniyatii, faqbal ma’dziratii, wa ta’lamu haajatii fa a’thinii su’lii, wa ta’lamu maa fii nafsii, faghfirlii dzunuubii. Allahumma inni as-aluka iimaanan yubaasyiru qalbii, wa yaqiinan shaadiqan hattaa a’lama annahu lan yushiibanaa illaa maa katabta lanaa, wa riddhan bimaa qasamta lanaa.
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan yang aku tampakkan, maka terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui hajatku, maka penuhilah permintaanku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh hatiku, dan keyakinan yang benar sehingga aku mengetahui bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan bagiku, dan ridha dengan apa yang Engkau bagikan kepadaku.”
Tips Praktis Agar Thawaf Lebih Khusyuk dan Bermakna
Menjalankan thawaf dengan khusyuk membutuhkan persiapan, baik secara fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:
- Hafalkan doa-doa sebelum berangkat: Usahakan menghafal minimal doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad serta beberapa dzikir utama sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Ini akan membuat thawaf Anda jauh lebih bermakna.
- Gunakan buku panduan doa kecil: Jika belum hafal semua doa, tidak ada larangan membawa buku panduan doa saat thawaf. Banyak jamaah yang menggunakan buku doa kecil atau menampilkan doa di layar smartphone mereka.
- Fokus pada makna, bukan sekadar hafalan: Lebih baik membaca doa sedikit dengan penuh penghayatan daripada menghafal banyak doa tetapi tidak memahami maknanya. Berdoalah dengan bahasa hati Anda.
- Pilih waktu yang tepat: Waktu-waktu terbaik untuk thawaf dengan lebih nyaman biasanya adalah setelah tengah malam hingga sebelum subuh, atau di waktu dhuhur pada musim dingin. Hindari puncak keramaian agar bisa lebih fokus dan khusyuk.
- Jaga kondisi fisik: Thawaf dilakukan dalam kondisi suci (berwudhu). Pastikan tubuh dalam kondisi bugar, gunakan alas kaki yang nyaman karena lantai mataf bisa sangat panas, dan siapkan kondisi fisik dengan baik sebelum berangkat.
- Perbanyak doa personal: Jangan ragu untuk berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa ibu Anda sendiri selama thawaf. Allah SWT Maha Mendengar doa dalam bahasa apapun. Curahkan isi hati Anda kepada-Nya di momen yang sangat mulia ini.
- Jangan terburu-buru: Thawaf bukan perlombaan. Berjalanlah dengan tenang, tidak perlu mendorong atau berdesak-desakan dengan jamaah lain. Keselamatan jamaah juga merupakan bagian dari ibadah.
Panduan Singkat Tata Cara Thawaf yang Benar
Agar ibadah thawaf sah secara fiqih, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini:
- Suci dari hadas dan najis: Thawaf harus dilakukan dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun besar. Jamaah perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan melakukan thawaf hingga suci kembali.
- Menutup aurat: Selama thawaf, aurat harus tertutup sempurna sebagaimana ketika shalat.
- Tujuh putaran penuh: Thawaf harus dilakukan sebanyak tujuh putaran yang sempurna, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
- Berlawanan arah jarum jam: Posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri jamaah selama thawaf berlangsung.
- Di dalam Masjidil Haram: Thawaf harus dilakukan di dalam area mataf (area thawaf) yang berada di dalam batas Masjidil Haram.
- Idhthiba’ bagi laki-laki: Bagi jamaah laki-laki pada thawaf qudum atau thawaf umroh, disunnahkan untuk melakukan idhthiba’ yaitu meletakkan bagian tengah kain ihram di bawah ketiak kanan sehingga bahu kanan terbuka, dan kedua ujung kain dilemparkan ke bahu kiri.
- Raml pada tiga putaran pertama (bagi laki-laki): Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan untuk berjalan agak cepat (raml) pada tiga putaran pertama thawaf qudum atau thawaf umroh, kemudian berjalan normal pada empat putaran berikutnya.
Kesimpulan
Thawaf adalah salah satu puncak pengalaman spiritual dalam ibadah umroh dan haji. Setiap langkah mengelilingi Ka’bah adalah kesempatan emas untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan mencurahkan segala harapan serta doa. Doa-doa thawaf yang telah dipaparkan dalam artikel ini—mulai dari putaran pertama hingga ketujuh, doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, hingga doa setelah shalat sunnah di Maqam Ibrahim—semuanya adalah panduan yang bisa Anda persiapkan jauh sebelum keberangkatan.
Yang terpenting bukan sekadar menghafalkan semua doa secara tekstual, tetapi memahami maknanya sehingga setiap kata yang terucap menjadi doa yang sungguh-sungguh keluar dari lubuk hati. Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam setiap hati hamba-Nya. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin—baik secara fisik, mental, maupun ilmu—agar perjalanan umroh Anda menjadi ibadah yang sempurna, penuh berkah, dan insya Allah diterima oleh-Nya sebagai amal shalih yang mengangkat derajat Anda di sisi-Nya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi setiap Muslim Indonesia untuk segera menjadi tamu-Nya di Baitullah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.