
Amalan Sunnah Selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah
Berkunjung ke Tanah Suci adalah impian jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Saat Allah SWT memberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah, setiap detik waktu yang ada adalah anugerah tak ternilai. Banyak jamaah yang sudah mempersiapkan ibadah wajib seperti thawaf, sa’i, dan wukuf dengan baik, namun seringkali lupa bahwa ada begitu banyak amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW selama berada di dua kota suci tersebut. Amalan-amalan sunnah ini bukan sekadar pelengkap, melainkan jalan untuk meraih pahala berlipat ganda di tempat yang penuh keberkahan. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai amalan sunnah selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah yang bisa Anda amalkan agar perjalanan ibadah semakin bermakna.
Mengapa Amalan Sunnah di Tanah Suci Sangat Dianjurkan?
Sebelum membahas satu per satu amalan sunnah di Tanah Suci, penting untuk memahami mengapa amalan sunnah di Makkah dan Madinah memiliki bobot yang sangat besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa satu shalat di Masjidil Haram setara dengan 100.000 shalat di tempat lain, dan satu shalat di Masjid Nabawi setara dengan 1.000 shalat di tempat lain. Ini menunjukkan betapa luar biasanya nilai ibadah di kedua kota suci ini.
Prinsip yang sama berlaku untuk amalan-amalan lainnya. Membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, hingga berdoa di Tanah Suci memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dibandingkan di tempat biasa. Oleh karena itu, jamaah umroh maupun haji disarankan untuk tidak menyia-nyiakan waktu di sana hanya untuk urusan duniawi semata. Setiap momen harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami pentingnya amalan sunnah ini, diharapkan setiap jamaah dapat memaksimalkan kualitas ibadah mereka selama berada di Tanah Suci.
Amalan Sunnah di Masjidil Haram, Makkah
Masjidil Haram adalah masjid paling suci di dunia dan menjadi pusat ibadah umat Islam. Selain melaksanakan ibadah wajib umroh atau haji, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan di sini.
1. Memperbanyak Thawaf Sunnah
Thawaf bukan hanya kewajiban dalam rangkaian ibadah umroh atau haji. Selama berada di Makkah, jamaah sangat dianjurkan untuk melakukan thawaf sunnah sebanyak mungkin. Setiap putaran mengelilingi Ka’bah adalah ibadah yang bernilai tinggi. Imam Syafi’i dan banyak ulama menyatakan bahwa thawaf sunnah hukumnya sangat dianjurkan bagi jamaah yang masih berada di Makkah. Usahakan untuk memanfaatkan waktu lapang, terutama di tengah malam atau menjelang subuh ketika kepadatan lebih berkurang.
2. Shalat di Multazam
Multazam adalah area antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad, sepanjang sekitar dua meter. Tempat ini diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Sunnah yang dianjurkan adalah menempelkan dada, perut, dan tangan ke dinding Ka’bah di area Multazam sambil berdoa dengan sungguh-sungguh. Meski tidak selalu mudah karena keramaian, usahakan untuk bisa mendekati Multazam setidaknya sekali selama di Makkah.
3. Mencium atau Mengusap Hajar Aswad
Mencium Hajar Aswad adalah sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW mencium Hajar Aswad setiap kali memulai thawaf. Jika tidak memungkinkan untuk mencium karena kepadatan jamaah, cukup dengan memberikan isyarat tangan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”. Jangan sampai amalan sunnah ini dilakukan dengan cara yang menyakiti atau merugikan jamaah lain.
4. Shalat Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim
Setelah selesai melaksanakan thawaf, sunnah untuk melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri ketika membangun Ka’bah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 125 yang artinya, “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.” Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas.
5. Minum Air Zamzam dengan Niat yang Baik
Air Zamzam adalah air yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa air Zamzam tergantung pada niat orang yang meminumnya. Sunnahnya adalah minum air Zamzam dengan berdiri, menghadap Ka’bah, minum dalam tiga tegukan, dan berdoa setelah meminumnya. Niatkan untuk mendapatkan kesehatan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, atau berbagai hajat lainnya. Jangan lupa membawa pulang air Zamzam sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
6. Mengunjungi dan Berdoa di Jabal Abu Qubais
Meski tidak sepopuler Jabal Rahmah, Jabal Abu Qubais adalah bukit bersejarah yang terletak dekat Masjidil Haram. Dari bukit ini, Rasulullah SAW pernah membelah bulan. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Makkah sambil merenungkan sejarah Islam adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk menguatkan keimanan.
Amalan Sunnah di Masjid Nabawi, Madinah
Madinah adalah kota Rasulullah SAW, kota yang pertama kali menjadi pusat peradaban Islam. Berada di Madinah adalah kesempatan langka yang harus dimaksimalkan dengan berbagai amalan sunnah berikut ini.
1. Bershalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW di Raudhah
Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara rumah Rasulullah SAW (makam beliau) dan mimbar. Rasulullah SAW bersabda bahwa Raudhah adalah salah satu taman dari taman-taman surga. Shalat dan berdoa di Raudhah merupakan amalan yang sangat utama. Jamaah wanita biasanya mendapat waktu khusus untuk masuk ke Raudhah. Gunakan momen ini untuk shalat sunnah dua rakaat dan berdoa dengan penuh kekhusyukan.
2. Menziarahi Makam Rasulullah SAW
Berziarah ke makam Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepada beliau, Abu Bakar As-Shiddiq, dan Umar bin Khattab adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berziarah kepadaku setelah aku wafat, seolah-olah ia berziarah kepadaku saat aku masih hidup.” Ucapkan salam dengan tawadhu dan penuh rasa cinta kepada Nabi SAW.
3. Shalat Arba’in (40 Waktu) di Masjid Nabawi
Shalat Arba’in adalah melaksanakan shalat fardhu sebanyak 40 waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi tanpa terputus. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan bahwa barangsiapa yang shalat di Masjidku selama 40 waktu tanpa putus, akan dicatat bebas dari api neraka, selamat dari azab, dan bebas dari kemunafikan. Bagi jamaah yang memiliki waktu tinggal cukup lama di Madinah, ini adalah amalan yang sangat layak diupayakan dengan penuh kesungguhan.
4. Mengunjungi Masjid Quba dan Shalat di Dalamnya
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, didirikan oleh Rasulullah SAW saat pertama kali tiba di Madinah. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba setara pahalanya dengan pahala umroh. Sungguh keutamaan yang luar biasa! Sempatkan untuk mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya.
5. Berziarah ke Makam Baqi’
Makam Baqi’ adalah pemakaman yang terletak di samping Masjid Nabawi, tempat bersemayamnya ribuan sahabat Nabi, istri-istri Nabi, dan keluarga beliau. Rasulullah SAW sering berziarah ke Baqi’ dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Sunnah ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat kematian dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita. Jamaah wanita umumnya diperbolehkan berziarah dari luar pagar Baqi’.
6. Mengunjungi Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat adalah masjid yang sangat bersejarah. Di sinilah Rasulullah SAW menerima wahyu untuk memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsha di Yerusalem ke Ka’bah di Makkah. Mengunjungi dan shalat di masjid ini adalah pengalaman spiritual yang mendalam dan sarat nilai sejarah Islam.

Amalan Sunnah Harian yang Bisa Dilakukan di Tanah Suci
Selain amalan yang bersifat tempat-spesifik, ada juga amalan sunnah harian yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja selama berada di Tanah Suci. Berikut amalan harian yang sangat dianjurkan.
1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Berada di Tanah Suci adalah waktu terbaik untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Para ulama menyarankan jamaah untuk menargetkan khatam Al-Qur’an minimal satu kali selama perjalanan umroh atau haji. Manfaatkan waktu di antara shalat untuk membaca Al-Qur’an di dalam masjid. Pahala membaca Al-Qur’an di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilipatgandakan secara luar biasa.
2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir adalah amalan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil berjalan atau menunggu waktu shalat. Perbanyak membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (La ilaha illallah). Selain itu, perbanyak istighfar (Astaghfirullah) untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Dzikir dan istighfar adalah amalan ringan namun berpahala besar, apalagi dilakukan di Tanah Suci.
3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi SAW
Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang bershalawat kepadanya satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Shalawat adalah amalan yang sangat mudah dilakukan namun bernilai luar biasa. Perbanyak shalawat terutama saat berada di Madinah, di dekat makam Rasulullah SAW, atau saat memasuki dan keluar dari masjid.
4. Shalat Sunnah Rawatib dan Tahajud
Selain shalat fardhu berjamaah, usahakan untuk konsisten melaksanakan shalat sunnah rawatib (sebelum dan sesudah shalat fardhu). Juga sangat dianjurkan untuk bangun malam dan melaksanakan shalat tahajud. Waktu sepertiga malam di Tanah Suci adalah waktu yang sangat istimewa. Bayangkan betapa besar keberkahan shalat tahajud yang dilakukan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
5. Bersedekah kepada Sesama Jamaah
Bersedekah di Tanah Suci adalah amalan yang sangat dianjurkan. Anda bisa berbagi makanan, minuman, atau membantu jamaah lansia yang membutuhkan bantuan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah di bulan dan tempat yang mulia akan dilipatgandakan pahalanya. Bersedekah juga bisa berupa membantu jamaah yang tersesat, memberikan informasi kepada yang membutuhkan, atau sekadar memberikan senyuman tulus.
6. Memperbanyak Doa dan Munajat
Tanah Suci adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Manfaatkan setiap momen untuk memanjatkan doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara keseluruhan. Waktu-waktu mustajab untuk berdoa antara lain: sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, setelah shalat fardhu, saat sujud, dan saat hujan turun. Siapkan daftar doa sebelum berangkat agar tidak ada yang terlupakan.
Adab dan Etika Selama Beribadah di Tanah Suci
Menjalankan amalan sunnah harus disertai dengan adab yang baik agar ibadah kita diterima dan tidak justru merugikan orang lain. Berikut beberapa adab penting yang harus diperhatikan selama di Tanah Suci.
Menjaga Kesucian dan Kebersihan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian dari ibadah. Selalu jaga kebersihan area masjid, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga wudhu agar selalu suci. Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan menjaganya di Tanah Suci adalah bentuk penghormatan terhadap tempat yang mulia.
Tidak Menyakiti Sesama Jamaah
Kepadatan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terkadang membuat beberapa jamaah bersikap kasar atau tidak sabar. Ingatlah bahwa menjaga akhlak dan tidak menyakiti sesama jamaah adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga perasaan orang lain, terutama di tempat-tempat ibadah.
Mengatur Waktu dengan Bijak
Waktu di Tanah Suci sangat berharga. Hindari menghabiskan waktu hanya untuk berbelanja atau berfoto-foto. Buat jadwal harian yang seimbang antara ibadah wajib, amalan sunnah, istirahat, dan aktivitas lainnya. Jangan biarkan kelelahan menghalangi Anda dari memaksimalkan ibadah. Istirahat yang cukup justru akan membantu Anda untuk lebih khusyuk dalam beribadah.
Berpakaian Sopan dan Menutup Aurat
Berpakaian sopan dan menutup aurat adalah kewajiban sekaligus bentuk penghormatan terhadap kesucian Tanah Suci. Bagi wanita, pastikan selalu mengenakan hijab yang menutup sempurna. Hindari pakaian yang mencolok atau tidak sesuai dengan etika Islam. Penampilan yang sopan mencerminkan kesungguhan niat ibadah kita.
Tips Memaksimalkan Amalan Sunnah di Tanah Suci
Agar amalan sunnah selama di Tanah Suci bisa dimaksimalkan, ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan oleh para jamaah.
Persiapkan Daftar Amalan Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat, buat daftar lengkap amalan sunnah yang ingin Anda kerjakan. Urutkan berdasarkan prioritas dan lokasi. Dengan perencanaan yang baik, Anda tidak akan bingung atau kehabisan waktu di sana. Siapkan juga buku doa atau aplikasi yang memudahkan Anda mengakses doa-doa yang diperlukan.
Bergabung dengan Kajian atau Bimbingan Ustadz
Banyak agen umroh terpercaya yang menyediakan pembimbing ibadah (muthawwif) yang berpengalaman. Manfaatkan kehadiran mereka untuk mendapatkan bimbingan tentang amalan sunnah yang benar. Kajian-kajian yang diadakan selama perjalanan juga akan memperkaya ilmu dan meningkatkan semangat ibadah Anda.
Jaga Kesehatan Fisik
Kondisi fisik yang prima adalah modal utama untuk bisa menjalankan berbagai amalan sunnah. Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan selalu membawa perlengkapan kesehatan seperti obat-obatan pribadi, masker, dan vitamin. Cuaca di Makkah dan Madinah bisa sangat panas, jadi pastikan selalu terhidrasi dengan baik.
Ajak Keluarga untuk Beribadah Bersama
Jika beribadah bersama keluarga, jadikan momen di Tanah Suci sebagai ajang mempererat hubungan spiritual dalam keluarga. Berdoa bersama, membaca Al-Qur’an bersama, dan saling mengingatkan untuk menjalankan amalan sunnah akan membuat pengalaman ini semakin bermakna dan berkesan.
Catat Pengalaman Ibadah sebagai Kenangan
Menulis jurnal ibadah selama di Tanah Suci bisa menjadi cara yang baik untuk mengabadikan momen spiritual. Catat amalan apa yang berhasil Anda kerjakan, doa-doa yang Anda panjatkan, dan pengalaman spiritual yang Anda rasakan. Catatan ini bisa menjadi inspirasi dan pengingat yang berharga setelah kembali ke tanah air.
Kesimpulan
Berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah adalah anugerah luar biasa yang tidak diberikan kepada semua orang. Setiap momen yang dihabiskan di sana adalah kesempatan untuk meraih pahala yang berlipat ganda dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan sunnah selama di Tanah Suci — mulai dari thawaf sunnah, shalat di Raudhah, minum air Zamzam, menziarahi makam Rasulullah SAW, hingga memperbanyak dzikir dan tilawah Al-Qur’an — adalah jalan untuk menjadikan perjalanan ibadah ini benar-benar transformatif bagi kehidupan spiritual kita.
Ingatlah bahwa kualitas ibadah bukan hanya diukur dari selesainya rukun dan wajib umroh atau haji, tetapi juga dari seberapa banyak amalan sunnah yang bisa kita kerjakan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Persiapkan diri dengan baik sebelum berangkat, pelajari setiap amalan sunnah yang dianjurkan, dan niatkan semuanya semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci dan menjadikan setiap momen di sana sebagai bekal terbaik menuju kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.