Cara Berkunjung ke Masjid Nabawi dan Adab yang Harus Dijaga

Cara Berkunjung ke Masjid Nabawi dan Adab yang Harus Dijaga

Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah adalah salah satu tempat paling mulia di muka bumi ini. Bagi jutaan Muslim Indonesia yang tengah mempersiapkan perjalanan umroh maupun haji, mengunjungi Masjid Nabawi merupakan momen spiritual yang tak ternilai harganya. Dalam konteks Wisata Religi & Ziarah, Masjid Nabawi bukan sekadar destinasi wisata biasa — ia adalah rumah Allah yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW, tempat di mana satu shalat bernilai seribu kali lipat dibanding shalat di masjid lainnya (kecuali Masjidil Haram). Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap bagi Anda, terutama jamaah Muslim Indonesia berusia 30–55 tahun yang berencana umroh atau haji dalam waktu dekat, agar kunjungan ke Masjid Nabawi menjadi pengalaman yang bermakna, khusyuk, dan penuh berkah.

Sejarah Singkat Masjid Nabawi yang Perlu Anda Ketahui

Sebelum membahas cara berkunjung, penting untuk memahami sejarah dan keistimewaan Masjid Nabawi agar rasa cinta dan penghormatan Anda semakin mendalam. Masjid Nabawi pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad SAW tak lama setelah beliau hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi (1 Hijriah). Lokasi masjid dipilih berdasarkan petunjuk dari unta Nabi yang dibiarkan berjalan bebas hingga berhenti di sebuah tanah lapang milik dua anak yatim, Sahal dan Suhail.

Awalnya, masjid ini sangat sederhana — berdinding batu bata tanah liat, beratap pelepah kurma, dan berlantai tanah. Namun seiring berjalannya waktu, masjid ini terus diperluas dan direnovasi oleh para khalifah, sultan, hingga pemerintah Arab Saudi modern. Saat ini, Masjid Nabawi mampu menampung hingga lebih dari satu juta jamaah sekaligus, menjadikannya salah satu masjid terbesar di dunia.

Yang menjadi keistimewaan utama Masjid Nabawi adalah keberadaan makam Rasulullah SAW di dalamnya, tepatnya di bawah kubah hijau yang ikonik. Di sinilah Nabi Muhammad SAW dimakamkan bersama dua sahabat beliau, Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma. Berziarah ke makam Nabi adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan, dan inilah salah satu alasan mengapa kunjungan ke Masjid Nabawi selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Wisata Religi & Ziarah para jamaah Indonesia.

Cara Menuju Masjid Nabawi dari Makkah

Bagi jamaah yang tiba di Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, perjalanan menuju Madinah dapat ditempuh dengan beberapa cara. Pahami pilihan transportasi ini agar perjalanan Anda lebih terencana dan nyaman.

1. Bus SAPTCO (Bus Antarkota Arab Saudi)
Ini adalah pilihan paling ekonomis. Bus SAPTCO melayani rute Jeddah–Madinah dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam. Harga tiket relatif terjangkau, namun kenyamanannya terbatas terutama bagi jamaah yang membawa banyak barang bawaan. Stasiun bus di Madinah berlokasi tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi.

2. Kereta Cepat Haramain (Al-Haramain High Speed Railway)
Ini adalah pilihan terbaik dan paling nyaman. Kereta cepat Haramain menghubungkan Makkah, Jeddah, dan Madinah dengan kecepatan hingga 300 km/jam. Waktu tempuh dari Makkah ke Madinah hanya sekitar 2 jam. Stasiun di Madinah berlokasi di King Abdullah Station yang terletak di pinggiran kota, sehingga Anda perlu melanjutkan perjalanan dengan taksi atau bus menuju Masjid Nabawi.

3. Transportasi yang Disediakan Agen Travel atau PPIU
Jika Anda bepergian bersama agen umroh resmi yang terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU), biasanya transportasi dari Makkah ke Madinah sudah termasuk dalam paket. Bus ber-AC akan membawa Anda langsung ke hotel di Madinah yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi. Ini cara paling disarankan, terutama bagi jamaah yang pertama kali berkunjung.

Setelah tiba di Madinah, Masjid Nabawi sangat mudah dijangkau karena sebagian besar hotel jamaah Indonesia terletak dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer dari masjid. Anda bisa berjalan kaki atau menggunakan taksi lokal dengan ongkos yang sangat terjangkau.

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Masjid Nabawi

Masjid Nabawi buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Namun, ada beberapa waktu yang lebih dianjurkan dan perlu Anda pertimbangkan dalam perencanaan kunjungan.

Waktu Shalat Lima Waktu: Usahakan untuk hadir di Masjid Nabawi jauh sebelum waktu shalat, terutama untuk shalat Subuh dan Maghrib. Kedua waktu ini biasanya paling ramai dan penuh berkah. Shalat di Masjid Nabawi nilainya seribu kali lipat dibanding masjid biasa, sehingga setiap shalat berjamaah yang Anda tunaikan di sini adalah investasi pahala yang luar biasa.

Sepertiga Malam Terakhir: Suasana Masjid Nabawi di waktu tahajud sangat khusyuk dan menyentuh hati. Banyak jamaah yang menangis ketika shalat sunnah di malam hari di masjid ini. Jika Anda mampu, bangunlah lebih awal dan shalat tahajud di Masjid Nabawi — pengalaman ini akan selalu Anda kenang seumur hidup.

Hari Jumat: Shalat Jumat di Masjid Nabawi adalah pengalaman luar biasa. Khutbah disampaikan dalam bahasa Arab, namun tersedia headset terjemahan dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia di beberapa titik. Datanglah minimal 2–3 jam sebelum azan Jumat agar mendapat tempat yang baik di dalam masjid.

Waktu Ziarah ke Makam Nabi: Pintu Raudhah dan area ziarah makam Nabi memiliki jadwal khusus berdasarkan gender. Jamaah laki-laki umumnya dapat mengunjungi sepanjang hari, sementara jamaah perempuan memiliki waktu-waktu tertentu yang ditetapkan oleh pihak pengelola masjid. Pastikan Anda mengetahui jadwal ini dari pemandu atau mutawwif Anda.

Panduan Lengkap Berziarah ke Makam Rasulullah SAW

Ziarah ke makam Rasulullah SAW adalah salah satu momen paling emosional dan spiritual dalam perjalanan Wisata Religi & Ziarah seorang Muslim. Berikut adalah panduan lengkapnya:

Niat dan Persiapan Batin: Sebelum memasuki masjid, sucikan hati Anda. Ingatlah bahwa Anda akan berada di dekat makam manusia paling mulia yang pernah ada di bumi ini. Basahi mata Anda dengan air wudhu dan perbarui niat untuk ibadah yang ikhlas.

Masuk Melalui Pintu yang Tepat: Untuk menuju area makam Nabi, jamaah biasanya masuk melalui pintu-pintu yang berada di sisi timur masjid (dekat kubah hijau). Ikuti arahan petugas yang berjaga di setiap pintu dan lorong.

Membaca Shalawat: Saat Anda mendekat ke area makam, perbanyak membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Bacaan yang dianjurkan antara lain: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”.

Cara Memberi Salam kepada Nabi: Ketika berada di depan makam Rasulullah SAW, ucapkan salam dengan suara sedang (tidak terlalu keras): “Assalamu’alaika ya Rasulullah, assalamu’alaika ya Nabiyyallah, assalamu’alaika ya habiballah.” Kemudian beri salam pula kepada Abu Bakar dan Umar yang dimakamkan di sebelah kanan makam Nabi.

Raudhah — Taman Surga: Area antara mimbar dan rumah Nabi (makam beliau) dikenal sebagai Raudhah, yang Rasulullah SAW sabdakan sebagai salah satu taman surga. Shalat dan berdoa di Raudhah sangat dianjurkan. Namun, karena padatnya jamaah, akses ke Raudhah kini menggunakan sistem Nusuk (aplikasi resmi) untuk pemesanan slot waktu. Unduh aplikasi Nusuk dan daftarkan diri Anda jauh sebelumnya.

Doa di Area Makam: Jangan lupa memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam. Momen di dekat makam Nabi adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

Cara Berkunjung ke Masjid Nabawi dan Adab yang Harus Dijaga - ilustrasi

Adab dan Etika yang Wajib Dijaga di Masjid Nabawi

Mengunjungi Masjid Nabawi bukan sekadar kunjungan wisata biasa. Ada adab-adab Islam yang harus dijaga dengan ketat agar kunjungan Anda bernilai ibadah dan tidak mengurangi kesakralan tempat mulia ini.

1. Berpakaian yang Menutup Aurat
Seluruh jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, wajib mengenakan pakaian yang menutup aurat. Perempuan diwajibkan mengenakan abaya atau pakaian longgar berwarna gelap (lebih baik hitam) dan menutup kepala dengan hijab. Laki-laki disarankan mengenakan baju koko atau gamis. Hindari pakaian ketat, transparan, atau terlalu mencolok.

2. Menjaga Kebersihan dan Kesucian
Selalu masuk masjid dalam keadaan berwudhu. Jaga kebersihan diri, tidak mengonsumsi makanan berbau menyengat seperti bawang sebelum masuk masjid, dan selalu buang sampah pada tempatnya.

3. Tidak Berisik dan Mengganggu Jamaah Lain
Masjid Nabawi adalah tempat ibadah dan kekhusyukan. Berbicara dengan suara keras, tertawa terbahak-bahak, atau menggunakan ponsel dengan volume tinggi sangat tidak dianjurkan. Matikan atau atur ponsel ke mode senyap sebelum memasuki masjid.

4. Tidak Mengambil Foto Sembarangan
Meskipun banyak jamaah yang ingin mengabadikan momen di Masjid Nabawi, ada etika yang harus diperhatikan. Hindari mengambil foto di area yang dilarang, terutama di sekitar makam Nabi. Hormati privasi jamaah lain, terutama perempuan yang sedang shalat atau berdoa.

5. Mengikuti Arahan Petugas (Askar)
Petugas keamanan masjid yang disebut Askar bertugas menjaga ketertiban dan memastikan setiap jamaah mengikuti aturan yang berlaku. Patuhi setiap arahan mereka dengan lapang dada. Jangan berdebat atau berargumen dengan askar, karena mereka hanya menjalankan tugas demi kenyamanan semua jamaah.

6. Tidak Melakukan Amalan yang Dilarang
Hindari praktik-praktik yang tidak sesuai syariat di area makam Nabi, seperti berdoa langsung kepada Nabi (bukan melalui Allah SWT), mengusap-usap kuburan, atau melakukan tawaf mengelilingi makam. Berziarahlah sesuai tuntunan yang shahih.

7. Tertib dan Sabar dalam Antrean
Terutama saat akan memasuki Raudhah atau area ziarah, antrean sangat panjang dan bisa memakan waktu berjam-jam. Bersabarlah dan jaga ketertiban. Ingat bahwa semua yang hadir di sana juga memiliki kerinduan dan kebutuhan spiritual yang sama seperti Anda.

Tempat-Tempat Penting di Sekitar Masjid Nabawi untuk Dikunjungi

Dalam rangkaian Wisata Religi & Ziarah di Madinah, ada beberapa tempat bersejarah di sekitar Masjid Nabawi yang sangat sayang untuk dilewatkan:

Masjid Quba: Masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, berlokasi sekitar 5 km dari Masjid Nabawi. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba pahalanya setara dengan satu umroh. Jangan lewatkan kesempatan untuk shalat di sini.

Masjid Qiblatayn: Masjid yang memiliki dua arah kiblat — tempat di mana wahyu tentang perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram diturunkan. Masjid ini menjadi saksi bisu sejarah Islam yang sangat penting.

Jabal Uhud dan Pemakaman Syuhada Uhud: Lokasi Perang Uhud yang bersejarah, di mana sekitar 70 sahabat Nabi syahid termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib. Berziarah ke sini akan mengingatkan kita pada pengorbanan para sahabat demi tegaknya Islam.

Pemakaman Baqi: Pemakaman bersejarah yang terletak tepat di sebelah timur Masjid Nabawi. Di sinilah dimakamkan ribuan sahabat Nabi, keluarga Nabi, dan para ulama terkemuka. Jamaah laki-laki dapat berziarah di sini setelah shalat Subuh.

Museum Dar Al-Madinah: Bagi yang ingin mendalami sejarah kota Madinah dan perkembangan Islam, museum ini menawarkan koleksi artefak dan diorama yang menarik dan edukatif.

Tips Praktis untuk Jamaah Indonesia saat Mengunjungi Masjid Nabawi

Berdasarkan pengalaman ribuan jamaah Indonesia yang telah berkunjung ke Masjid Nabawi, berikut adalah tips-tips praktis yang akan membuat perjalanan Anda lebih nyaman:

Gunakan Aplikasi Nusuk: Aplikasi resmi pemerintah Arab Saudi ini wajib diunduh sebelum keberangkatan. Melalui aplikasi ini, Anda bisa mendaftar jadwal kunjungan Raudhah, mengakses informasi jadwal shalat, dan berbagai layanan penting lainnya. Tersedia dalam bahasa Indonesia.

Bawa Alas Shalat Sendiri: Meskipun Masjid Nabawi menyediakan karpet berkualitas tinggi, membawa sajadah kecil yang ringan bisa sangat berguna saat Anda shalat di area luar masjid yang sangat luas.

Kenali Denah Masjid: Masjid Nabawi sangat luas dengan ratusan pintu. Hapalkan atau foto peta masjid agar tidak tersesat, terutama setelah shalat ketika ribuan jamaah keluar bersamaan. Tandai pintu yang dekat dengan hotel Anda sebagai patokan.

Jaga Kesehatan: Cuaca Madinah bisa sangat panas, terutama di musim panas. Selalu bawa air minum, gunakan payung atau topi saat berjalan di luar ruangan, dan kenakan alas kaki yang nyaman karena Anda akan banyak berjalan kaki. Bagi yang mengikuti haji, informasi tentang tips haji untuk lansia dari Kemenag sangat dianjurkan untuk dipelajari sebelum berangkat.

Catat Nomor Pintu: Saat menaruh sandal atau alas kaki di rak yang tersedia, catat nomor rak atau foto lokasinya. Ini akan memudahkan Anda mengambilnya kembali setelah shalat.

Manfaatkan Fasilitas Air Zamzam: Di dalam Masjid Nabawi tersedia dispenser air zamzam di berbagai titik. Minumlah air zamzam dengan penuh keyakinan dan doa, karena Rasulullah SAW bersabda bahwa air zamzam sesuai dengan niat yang meminumnya.

Jangan Lupa Tilawah Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an di dalam Masjid Nabawi adalah amalan yang sangat dianjurkan. Bawa mushaf kecil atau gunakan aplikasi Al-Qur’an di ponsel Anda. Suasana masjid yang tenang dan penuh berkah akan membuat tilawah Anda terasa berbeda dari biasanya.

Persiapan Sebelum Berangkat ke Madinah

Kunjungan yang berkesan ke Masjid Nabawi dimulai jauh sebelum Anda menginjakkan kaki di Madinah. Persiapan yang matang adalah kunci pengalaman spiritual yang optimal.

Pertama, pelajari sejarah dan keutamaan Masjid Nabawi. Membaca buku-buku atau artikel terpercaya tentang sejarah Madinah akan meningkatkan apresiasi dan penghayatan Anda saat berada di sana. Kedua, perkuat hafalan doa-doa ziarah, salam untuk Nabi, dan bacaan shalat sunnah. Ketiga, pastikan semua dokumen perjalanan Anda lengkap — visa umroh atau haji, paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan, dan bukti vaksinasi yang diperlukan.

Bagi Anda yang berencana menunaikan haji, perlu diketahui bahwa kunjungan ke Madinah biasanya menjadi bagian dari program haji reguler maupun haji plus. Untuk informasi tentang biaya haji 2025 resmi Kemenag, cara daftar haji BPIH online, dan perbedaan haji ONH reguler vs plus vs furoda, Anda bisa mengunjungi website resmi Kemenag atau membaca panduan lengkap di umrohpintar.id. Perencanaan yang baik jauh-jauh hari akan memastikan perjalanan ibadah Anda berjalan lancar dan berkesan.

Kesimpulan

Mengunjungi Masjid Nabawi adalah pengalaman spiritual yang tak tergantikan dalam kehidupan seorang Muslim. Sebagai bagian dari rangkaian Wisata Religi & Ziarah yang sakral, setiap langkah menuju masjid Nabi harus dijalani dengan penuh kesadaran, kesiapan, dan rasa syukur yang mendalam. Dengan memahami cara yang tepat untuk sampai ke Masjid Nabawi, mengetahui waktu terbaik untuk berkunjung, mempelajari adab-adab yang harus dijaga, serta mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, Anda akan mendapatkan pengalaman ziarah yang jauh lebih bermakna dan berkesan seumur hidup.

Ingatlah bahwa tujuan utama mengunjungi Masjid Nabawi bukanlah sekadar untuk berfoto atau mengumpulkan kenangan visual, melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW, dan membawa pulang bekal rohani yang akan memperkuat iman dan amal di kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan jalan bagi setiap Muslim Indonesia yang bercita-cita untuk berkunjung ke Masjid Nabawi, dan semoga setiap ibadah yang ditunaikan di sana diterima oleh-Nya sebagai amal shalih yang mengantarkan kita ke surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Leave a Comment