Melaksanakan ibadah umroh adalah impian setiap Muslim di seluruh dunia, termasuk jutaan jamaah dari Indonesia. Umroh bukan sekadar perjalanan wisata religi biasa — ini adalah perjalanan spiritual yang penuh makna, di mana setiap langkah, setiap bacaan, dan setiap gerakan memiliki landasan syariat yang harus diikuti dengan benar. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci, memahami tata cara umroh lengkap sesuai sunnah dari awal hingga akhir adalah bekal paling utama yang wajib Anda miliki sebelum menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang akan memandu Anda mulai dari persiapan sebelum berangkat, pelaksanaan rukun umroh, hingga hal-hal penting yang perlu diperhatikan selama berada di Tanah Suci — termasuk berbagai tips praktis, informasi seputar perbedaan haji ONH reguler vs plus vs furoda, serta kaitannya dengan wisata religi dan ziarah di Makkah dan Madinah.
Apa Itu Umroh dan Dasar Hukumnya dalam Islam
Umroh secara bahasa berarti “mengunjungi suatu tempat yang ramai”. Secara syariat, umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Masjidil Haram dengan cara-cara tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Berbeda dengan haji yang memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas (hanya pada bulan Dzulhijjah), umroh dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.
Dasar hukum umroh termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196, di mana Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.” Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum umroh — sebagian menyatakan wajib (fardhu ‘ain sekali seumur hidup bagi yang mampu), sementara sebagian lainnya berpendapat sunnah muakkadah. Namun yang pasti, umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: “Antara umroh yang satu dengan umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Umroh terdiri dari empat rukun yang wajib dipenuhi, yaitu: ihram (berniat memulai ibadah), thawaf (mengelilingi Ka’bah tujuh kali), sa’i (berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah), dan tahallul (mencukur atau memotong rambut). Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, maka umroh tidak dianggap sah.
Persiapan Sebelum Berangkat Umroh
Persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan ibadah umroh Anda. Persiapan ini mencakup beberapa aspek penting yang tidak boleh diabaikan:
1. Persiapan Dokumen dan Administrasi
Pastikan Anda memiliki paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan. Selain itu, Anda perlu mengurus visa umroh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) yang resmi dan terdaftar di Kementerian Agama RI. Jangan lupa untuk menyiapkan dokumen pendukung seperti kartu vaksin (terutama vaksin meningitis yang diwajibkan oleh Arab Saudi), foto terbaru, dan dokumen mahram bagi jamaah perempuan yang bepergian tanpa suami.
2. Persiapan Kesehatan
Kondisi fisik yang prima adalah modal utama agar ibadah berjalan lancar. Lakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum berangkat. Vaksin yang diwajibkan Arab Saudi adalah vaksin meningitis, sementara vaksin influenza dan vaksin lainnya sangat dianjurkan. Bagi jamaah lansia atau yang memiliki penyakit kronis, konsultasi dengan dokter spesialis sangat dianjurkan. Ini juga relevan bagi mereka yang sedang mempelajari tips haji untuk lansia, karena kondisi kesehatan adalah faktor penentu utama kelancaran ibadah di Tanah Suci.
3. Persiapan Ilmu dan Mental
Pelajari seluruh tata cara umroh, bacaan doa, dan hal-hal yang dilarang saat ihram. Ikuti manasik umroh yang diselenggarakan oleh PPIU Anda. Persiapkan mental dan niat yang tulus karena ibadah ini membutuhkan fokus dan kekhusyukan penuh.
4. Persiapan Finansial
Biaya umroh bervariasi tergantung paket yang dipilih. Sama seperti memahami perbedaan haji ONH reguler vs plus vs furoda dalam konteks ibadah haji, dalam umroh pun ada berbagai pilihan paket dengan fasilitas dan harga yang berbeda. Pilih paket yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda dan pastikan PPIU yang dipilih memiliki izin resmi dari Kemenag.
Miqat: Titik Awal Memulai Ihram
Miqat adalah batas tempat yang telah ditentukan oleh syariat sebagai titik awal untuk memulai ihram. Ada dua jenis miqat, yaitu miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat). Untuk umroh, yang perlu diperhatikan adalah miqat makani.
Bagi jamaah yang datang dari arah Indonesia (terbang melalui udara), miqat yang digunakan umumnya adalah Yalamlam (Qarnul Manazil) atau Bir Ali (Dzulhulaifah) jika perjalanan dimulai dari Madinah menuju Makkah. Jika Anda mendarat langsung di Jeddah dan langsung menuju Makkah, maka Anda harus mengambil ihram sebelum melewati miqat, bahkan bisa dilakukan sejak di pesawat ketika kapten mengumumkan mendekati batas miqat.
Sangat penting untuk tidak melewati miqat tanpa berihram karena ini akan menyebabkan dam (denda berupa menyembelih seekor kambing). Pastikan Anda sudah memakai pakaian ihram dan berniat sebelum melewati batas miqat.
Tata Cara Ihram: Niat dan Bacaan Talbiyah
Ihram adalah rukun pertama dan pintu masuk ke dalam ibadah umroh. Berikut tata caranya secara lengkap:
Langkah 1 — Mandi Sunnah Ihram
Sebelum memakai pakaian ihram, disunnahkan untuk mandi (seperti mandi junub) dengan niat mandi ihram. Ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, termasuk perempuan yang sedang haid atau nifas.
Langkah 2 — Memakai Pakaian Ihram
Bagi jamaah laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak berjahit. Satu lembar dililitkan di bagian bawah (disebut izar) dan satu lagi disampirkan di bahu (disebut rida’). Tidak boleh memakai pakaian berjahit, penutup kepala, maupun alas kaki yang menutupi mata kaki.
Bagi jamaah perempuan, pakaian ihram adalah pakaian muslimah biasa yang menutup seluruh aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak boleh memakai cadar (penutup wajah) dan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.
Langkah 3 — Shalat Sunnah Ihram
Disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berniat ihram, dengan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Langkah 4 — Berniat Ihram Umroh
Niat ihram diucapkan dengan lisan: “Labbaika Allahumma umrotan” (Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh). Niat ini diucapkan di miqat atau setidaknya sebelum melewatinya.
Langkah 5 — Membaca Talbiyah
Setelah berniat, perbanyak membaca talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah hingga memulai thawaf:
“Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.”
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
Bagi laki-laki, talbiyah dibaca dengan suara keras. Bagi perempuan, dibaca dengan suara lirih yang hanya terdengar oleh dirinya sendiri.
Larangan Saat Ihram yang Wajib Diketahui
Selama dalam keadaan ihram, ada sejumlah larangan yang wajib dijauhi. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat mengakibatkan dosa dan kewajiban membayar dam (denda). Berikut larangan-larangan tersebut:
Larangan yang berlaku untuk laki-laki dan perempuan:
- Memotong atau mencabut rambut dari tubuh
- Memotong kuku
- Memakai wewangian (parfum) pada pakaian maupun tubuh
- Membunuh atau berburu binatang darat
- Melakukan hubungan suami-istri (jima’)
- Melakukan akad nikah atau melamar
- Mencaci, bertengkar, atau melakukan perbuatan maksiat
Larangan khusus untuk laki-laki:
- Memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh
- Menutup kepala dengan penutup yang menempel (topi, sorban, dsb)
- Memakai alas kaki yang menutup mata kaki
Larangan khusus untuk perempuan:
- Memakai cadar (penutup wajah)
- Memakai sarung tangan
Memahami larangan-larangan ini adalah bagian dari ilmu fiqih perjalanan yang sangat penting dikuasai sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang aspek fiqih ibadah, banyak sumber terpercaya yang bisa Anda jadikan referensi.
Thawaf: Mengelilingi Ka’bah Tujuh Kali
Thawaf adalah rukun umroh kedua dan merupakan salah satu momen paling agung dalam ibadah di Tanah Suci. Thawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad (batu hitam yang terletak di sudut Ka’bah).
Tata Cara Thawaf:
Sebelum memulai thawaf, bacaan talbiyah dihentikan. Posisi Ka’bah harus selalu berada di sebelah kiri jamaah (berputar berlawanan arah jarum jam). Mulailah dari garis lurus yang sejajar dengan Hajar Aswad — saat ini tersedia garis hijau di lantai Masjidil Haram sebagai penanda.
Ketika memulai setiap putaran dan saat melewati posisi Hajar Aswad, ucapkan: “Bismillahi Allahu Akbar” sambil mengangkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad dan menciumnya jika memungkinkan, atau cukup memberi isyarat dengan tangan jika kondisi terlalu padat.
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (bagian belakang Ka’bah), disunnahkan membaca: “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzabannar.”
Pada tiga putaran pertama bagi laki-laki, disunnahkan melakukan raml, yaitu berjalan cepat dengan langkah pendek-pendek. Pada empat putaran berikutnya, berjalan normal. Perempuan tidak perlu melakukan raml.
Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, disunnahkan untuk shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika memungkinkan) dengan membaca Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Kemudian minum air zamzam dan berdoa.

Sa’i: Berlari-lari Kecil antara Shafa dan Marwah
Sa’i adalah rukun umroh ketiga yang dilakukan setelah thawaf. Sa’i mengabadikan perjuangan Siti Hajar yang berlari-lari mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS, di antara bukit Shafa dan Marwah.
Tata Cara Sa’i:
Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah, dihitung sebagai satu putaran. Total putaran sa’i adalah tujuh kali (Shafa ke Marwah = satu, Marwah ke Shafa = dua, dan seterusnya hingga berakhir di Marwah pada putaran ketujuh).
Saat mendekati bukit Shafa di awal sa’i, bacalah: “Innas-Shafa wal Marwata min sya’airillah…” (QS. Al-Baqarah: 158). Kemudian naiki bukit Shafa, hadapkan wajah ke arah Ka’bah, dan bacalah doa:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. La ilaha illallah wahdah, anjaza wa’dah wa nashara ‘abdah wa hazamal ahzaba wahdah.”
Doa ini dibaca tiga kali, diselingi doa pribadi di antara bacaannya.
Di antara dua tanda hijau (marwah hijau) yang ada di lintasan sa’i, laki-laki disunnahkan untuk berlari-lari kecil (harwalah), sementara perempuan berjalan biasa. Di luar area tanda hijau tersebut, semua jamaah berjalan normal. Perbanyak dzikir dan doa sepanjang perjalanan sa’i, karena tidak ada bacaan khusus yang wajib dibaca — Anda bebas berdoa dengan bahasa apa pun.
Tahallul: Mencukur atau Memotong Rambut
Tahallul adalah rukun terakhir umroh yang menandai berakhirnya ibadah umroh dan kembalinya jamaah ke kondisi normal (halal dari larangan ihram). Tahallul dilakukan dengan cara mencukur atau memotong rambut kepala setelah menyelesaikan sa’i.
Bagi laki-laki, lebih utama untuk mencukur habis (gundul) seluruh rambut kepala. Namun boleh juga hanya memendekkan rambut, dengan syarat minimal memotong tiga helai rambut dari seluruh bagian kepala.
Bagi perempuan, cukup memotong rambut sepanjang ujung jari (sekitar 1-3 cm) dari ujung rambut. Tidak diperbolehkan mencukur habis rambut bagi perempuan.
Setelah tahallul selesai dilakukan, maka selesailah seluruh rangkaian rukun umroh. Semua larangan ihram pun telah terangkat, dan Anda kembali boleh melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.
Ibadah dan Ziarah Setelah Umroh di Makkah dan Madinah
Setelah menyelesaikan umroh, waktu Anda di Tanah Suci tentu tidak habis begitu saja. Ada banyak ibadah dan wisata religi yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan perjalanan spiritual Anda. Mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Makkah dan Madinah adalah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan.
Tempat Ziarah di Makkah:
- Jabal Nur — Bukit tempat Gua Hira berada, di mana wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
- Jabal Tsur — Tempat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar bersembunyi saat hijrah ke Madinah.
- Masjid Ji’ranah — Miqat yang digunakan Nabi SAW ketika berumroh setelah Fathu Makkah.
- Maqbarah Ma’la (Jannatul Ma’la) — Pemakaman yang di dalamnya dimakamkan Sayyidah Khadijah RA, istri pertama Nabi SAW.
- Masjid Tan’im (Masjid Aisyah) — Miqat terdekat dari Masjidil Haram yang sering digunakan untuk mengambil ihram umroh kedua.
Ibadah di Masjidil Haram:
Manfaatkan waktu sebanyak mungkin untuk shalat di Masjidil Haram, karena satu shalat di sini setara dengan 100.000 shalat di masjid lainnya. Pelajari jadwal sholat di Masjidil Haram dan usahakan untuk hadir sejak awal waktu agar mendapatkan shaf yang dekat dengan Ka’bah.
Wisata Religi di Madinah:
Jika paket umroh Anda mencakup kunjungan ke Madinah, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Masjid Nabawi dan menziarahi makam Rasulullah SAW. Selain itu, ada pula Masjid Quba (masjid pertama yang dibangun dalam Islam), Masjid Qiblataini, Jabal Uhud, dan pemakaman Baqi’ yang merupakan tempat dimakamkannya para sahabat Nabi dan keluarga beliau.
Kunjungan ke berbagai situs bersejarah ini bukan hanya sekadar wisata, tetapi merupakan bentuk penghayatan mendalam terhadap sejarah Islam. Hal ini juga menjadi bagian penting yang sering dicari oleh jamaah yang memahami pentingnya wisata religi dan ziarah sebagai pelengkap ibadah utama.
Hal Penting Lainnya: Kaitan Umroh dengan Persiapan Haji
Banyak jamaah yang menjadikan pengalaman umroh sebagai langkah persiapan sebelum menunaikan ibadah haji. Memang, ada banyak kesamaan antara umroh dan haji, namun haji memiliki rangkaian ibadah yang jauh lebih panjang dan kompleks, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, dan seterusnya.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk mendaftar haji, penting untuk memahami perbedaan antara berbagai jalur pendaftaran. Perbedaan haji ONH reguler vs plus vs furoda adalah informasi krusial yang harus dipahami. Secara singkat: Haji Reguler (BPIH) adalah jalur resmi pemerintah dengan biaya lebih terjangkau namun antrean bisa mencapai puluhan tahun; Haji Plus (ONH Plus) menawarkan fasilitas lebih baik dengan biaya lebih tinggi dan antrean lebih pendek; sementara Haji Furoda menggunakan visa mujamalah (undangan) dari pemerintah Arab Saudi yang tidak memiliki kuota resmi dari Kemenag RI dan memiliki risiko lebih tinggi.
Untuk mendaftar haji reguler, Anda perlu mempelajari cara daftar haji BPIH online melalui sistem Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) yang dikelola Kemenag. Pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dengan membawa setoran awal BPIH yang saat ini ditetapkan oleh pemerintah. Informasi terkini mengenai biaya haji 2025 resmi Kemenag dapat diakses langsung di situs resmi Kementerian Agama RI atau melalui aplikasi haji resmi pemerintah.
Bagi jamaah lanjut usia yang berencana berhaji, tips haji untuk lansia yang paling mendasar adalah memastikan kondisi kesehatan prima jauh sebelum keberangkatan, mengikuti senam haji dan latihan fisik secara rutin, serta mendaftar lebih awal agar memiliki waktu persiapan yang cukup mengingat masa antrean yang panjang.
Tips Praktis Agar Ibadah Umroh Lebih Khusyuk dan Lancar
Agar ibadah umroh Anda berjalan lancar dan penuh kekhusyukan, berikut beberapa tips praktis yang telah terbukti bermanfaat bagi banyak jamaah:
- Hafalkan doa-doa umroh sebelum berangkat. Meski boleh membaca dari buku panduan, lebih baik jika sudah hafal sehingga bisa lebih fokus dan khusyuk.
- Pilih waktu thawaf dan sa’i yang tepat. Waktu dini hari (setelah subuh hingga pukul 08.00 pagi) biasanya lebih sepi sehingga ibadah bisa lebih fokus.
- Jaga kondisi fisik dan kesehatan. Bawa obat-obatan pribadi, selalu gunakan masker di keramaian, dan istirahat yang cukup.
- Gunakan aplikasi panduan umroh. Tersedia banyak aplikasi di smartphone yang membantu navigasi di Masjidil Haram, jadwal shalat, dan panduan doa.
- Hormati antrian dan sesama jamaah. Kesabaran adalah kunci ibadah yang mabrur. Jangan tergesa-gesa dan selalu hormati jamaah lain.
- Catat pengalaman spiritual Anda. Tuliskan refleksi dan doa-doa yang ingin Anda panjatkan agar ibadah terasa lebih bermakna dan terarah.
- Hindari memaksakan mencium Hajar Aswad jika kondisi sangat padat, karena ini bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Cukup dengan memberi isyarat dari jauh.
Kesimpulan
Memahami tata cara umroh lengkap sesuai sunnah dari awal hingga akhir adalah fondasi utama bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan ibadah ini dengan benar dan sah. Mulai dari persiapan dokumen dan kesehatan, pengambilan ihram di miqat, pengucapan niat dan talbiyah, pelaksanaan thawaf tujuh putaran, sa’i tujuh kali antara Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup rangkaian rukun — semuanya memiliki tata cara dan adab yang perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh.
Selain rukun-rukun pokok, manfaatkan pula waktu Anda di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, mengunjungi berbagai tempat ziarah bersejarah di Makkah dan Madinah, serta menyerap sebanyak-banyaknya hikmah spiritual dari setiap sudut kota suci tersebut. Bagi Anda yang juga berencana menunaikan ibadah haji, jadikan pengalaman umroh ini sebagai latihan dan persiapan mental yang sangat berharga.
Ingatlah bahwa ibadah yang diterima oleh Allah SWT bukan hanya ibadah yang sempurna secara fikih, tetapi juga ibadah yang dilakukan dengan hati yang ikhlas, niat yang tulus, dan jiwa yang khusyuk. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan jalan bagi Anda untuk segera menginjakkan kaki di Tanah Suci, dan semoga umroh Anda menjadi umroh yang mabrur dan diterima di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.