Doa Wajib Saat Thawaf di Kabah yang Mustajab

Thawaf adalah salah satu rukun ibadah umroh dan haji yang paling agung dan penuh makna spiritual. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sambil memanjatkan doa adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hayat bagi setiap jamaah. Namun, banyak calon jamaah yang belum mengetahui secara lengkap doa-doa yang dianjurkan saat thawaf, termasuk mana yang bersifat wajib dan mana yang sunnah. Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap dan faktual mengenai doa wajib saat thawaf di Ka’bah yang mustajab, dilengkapi dengan penjelasan tata cara, bacaan Arab, latin, dan terjemahannya. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan perjalanan Wisata Religi & Ziarah ke Tanah Suci, memahami bacaan dan doa thawaf adalah bekal spiritual yaang sangat penting sebelum berangkat.

Apa Itu Thawaf dan Mengapa Doa di Dalamnya Begitu Penting?

Thawaf secara bahasa berarti “mengelilingi” atau “berkeliling.” Dalam konteks ibadah, thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran yang dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri tubuh jamaah. Thawaf merupakan salah satu dari rukun umroh yang wajib dikerjakan, sehingga jika ditinggalkan, umroh seseorang dianggap tidak sah.

Dalam perspektif fiqih, thawaf memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Para ulama menyebutkan bahwa thawaf adalah ibadah yang sangat agung karena dilakukan mengelilingi Baitullah, rumah Allah yang paling mulia di muka bumi. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa thawaf di Ka’bah adalah seperti shalat, bedanya bahawa dalam thawaf diperbolehkan berbicara, sehingga jika berbicara, hendaklah hanya mengucapkan perkataan yang baik.

Inilah mengapa doa dan dzikir saat thawaf memiliki kedudukan yang luar biasa. Momen thawaf adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Ribuan jamaah dari seluruh penjuru dunia mengelilingi Ka’bah setiap harinya, dan setiap langkah kaki di sana diyakini membawa pahala yang berlipat ganda. Memahami doa-doa yang tepat akan membantu jamaah memaksimalkan kualitas ibadah mereka di Masjidil Haram.

Niat Thawaf Sebelum Memulai Putaran Pertama

Sebelum memulai thawaf, setiap jamaah dianjurkan untuk membaca niat agar ibadah yang dilakukan menjadi sah dan terarah. Niat thawaf dibaca dalam hati, namun boleh juga dilafazkan. Berikut adalah bacaan niat thawaf untuk umroh:

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الطَّوَافَ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ فَيَسِّرْهُ لِي وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي

Latin:
Allaahumma innii uriidu ath-thawaafa bibaitikal haraami fayassirhu lii wa taqabbalhu minnii.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berniat thawaf di rumah-Mu yang mulia ini. Mudahkanlah ia bagiku dan terimalah ia dariku.”

Selain niat, saat pertama kali menghadap Hajar Aswad untuk memulai putaran pertama, jamaah dianjurkan membaca:

Bacaan Arab:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Latin:
Bismillaahi wallaahu akbar.

Artinya:
“Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar.”

Bagi yang bisa mencium atau menyentuh Hajar Aswad, maka dianjurkan melakukannya. Jika tidak bisa karena ramai dan berdesakan, cukup mengisyaratkan tangan ke arah Hajar Aswad sambil membaca takbir. Ini adalah adab yang diajarkan langsung dari sunnah Rasulullah SAW.

Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Doa Paling Utama)

Salah satu doa yang paling ditekankan oleh para ulama saat thawaf adalah doa yang dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Ini adalah bagian terakhir dari setiap putaran thawaf. Doa ini tergolong doa yang sangat mustajab karena telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan termaktub dalam hadis sahih riwayat Abu Dawud dan Ahmad.

Bacaan Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.”

Mengapa doa ini begitu istimewa? Karena ayat ini adalah doa yang Allah SWT sendiri abadikan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 201), dna Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan pembacaannya di lokasi ini saat thawaf. Jamaah dianjurkan untuk membaca doa ini di setiap putaran, yakni sebanyak tujuh kali sepanjang seluruh thawaf dilakukan.

Doa-Doa Tiap Putaran Thawaf (Putaran Pertama hingga Ketujuh)

Secara umum, tidak ada doa khusus yang diwajibkan untuk setiap putaran thawaf berdasarkan dalil yang kuat. Namun para ulama dan kitab-kitab manasik menjelaskan bahwa jamaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an selama thawaf berlangsung. Berikut adalah panduan umum doa dan dzikir yang dianjurkan selama tujuh putaran thawaf:

Dzikir Umum yang Dianjurkan Sepanjang Thawaf:

1. Takbir dan Tasbih:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
“Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.”

2. Shalawat kepada Nabi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
“Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad.”

3. Istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
“Astaghfirullahal ‘azhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.”

Doa Khusus yang Banyak Dibaca Jamaah Berdasarkan Kitab Manasik:

Pada putaran pertama, banyak jamaah yang membaca:
اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bi kitaabika wa wafaa-an bi ‘ahdika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallam.”
Artinya: “Ya Allah, dengan iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

Catatan penting: Meskipun beberapa buku panduan manasik mencantumkan doa berbeda untuk setiap putaran, para ulama kontemporer seperti Syaikh Ibn Baz dan Syaikh Ibn Utsaimin menegaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menetapkan doa khusus per putaran. Yang paling utama adalah memperbanyak dzikir, doa personal, dan istighfar dengan penuh kekhusyukan.

Doa Saat Melewati Multazam (Lokasi Mustajab di Depan Ka’bah)

Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Lebarnya sekitar dua meter. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang paling mustajab untuk berdoa. Para ulama menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan di Multazam sangat besar kemungkinannya untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Jika jamaah berkesempatan mendekati Multazam setelah selesai thawaf, dianjurkan untuk menempelkan dada, pipi, dan tangan ke dinding Ka’bah, kemudian membaca:

Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوقاً كَثِيرَةً فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ وَحُقُوقاً كَثِيرَةً فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ خَلْقِكَ اللَّهُمَّ مَا كَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِي وَمَا كَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّي وَأَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin:
“Allaahumma inna laka ‘alayya huquuqan katsiiratan fiimaa baynii wa baynaka wa huquuqan katsiiratan fiimaa baynii wa bayna khalqik. Allaahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana li khalqika fatahammahu ‘annii wa aghninii bi halaalika ‘an haraamika wa bi fadhlika ‘amman siwaak.”

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau memiliki banyak hak atas diriku dalam hubungan antara aku dengan-Mu, dan banyak hak dalam hubungan antara aku dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu, ampunilah aku. Dan apa yang menjadi hak makhluk-Mu, tanggungkanlah dariku. Cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu jauh dari yang haram, dan dengan karunia-Mu jauh dari selain-Mu.”

Setelah berdoa di Multazam, jamaah juga dianjurkan untuk menyampaikan hajat-hajat pribadi dalam bahasa apapun yang dipahami, karena Allah Maha Mendengar segala doa hamba-Nya.

Doa Wajib Saat Thawaf di Kabah yang Mustajab - ilustrasi

Doa Setelah Selesai Thawaf di Maqam Ibrahim

Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jamaah diwajibkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim. Ini adalah sunnah muakkadah yng dilakukan Rasulullah SAW sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 125: “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”

Sebelum shalat di Maqam Ibrahim, dianjurkan membaca:

Bacaan Arab:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Latin:
“Wattakhidzuu min maqaami ibraahiima mushallaa.”

Artinya:
“Dan jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Pada rakaat pertama shalat sunnah thawaf, dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah. Pada rakaat kedua, membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah. Setelah shalat, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir di tempat ini sebelum melanjutkan ibadah berikutnya, yaitu sa’i.

Panduan Praktis Agar Doa Thawaf Lebih Khusyuk dan Mustajab

Memanjatkan doa saat thawaf bukan sekadar membaca teks yang dihafal, tetapi juga membutuhkan kehadiran hati dan kekhusyukan jiwa. Berikut adalah beberapa panduan praktis yang bisa diamalkan:

1. Persiapkan Hafalan Sebelum Berangkat
Pelajari adn hafal doa-doa thawaf jauh sebelum keberangkatan. Anda bisa menggunakan buku panduan manasik resmi dari Kemenag RI atau aplikasi manasik umroh yaang tersedia di smartphone. Dengan hafal, Anda tidak perlu terus-menerus membaca buku dan bisa lebih fokus beribadah.

2. Gunakan Bahasa yang Dipahami
Para ulama sepakat bahwa berdoa dengan bahasa yang dipahami jauh lebih baik daripada membaca doa dalam bahasa Arab yang tidak dimengerti artinya. Setelah membaca doa dalam bahasa Arab, Anda dianjurkan untuk melanjutkan degan doa personal dalam bahasa Indonesia yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam.

3. Jaga Wudhu Selama Thawaf
Mayoritas ulama mewajibkan wudhu saat thawaf. Pastikan wudhu Anda tetap terjaga dari awal hingga akhir thawaf. Jika batal di tengah jalan, segera ke kamar mandi, berwudhu, lalu lanjutkan thawaf dari tempat di mana Anda berhenti.

4. Patuhi Etika di Masjidil Haram
Hindari berdesak-desakan dengan cara menyakiti sesama jamaah. Ingatlah bahawa thawaf adalah ibadah yng harus dilakukan dengan tenang dan penuh adab. Jangan memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad jika kondisi sangat ramai, karena isyarat tangan saja sudah cukup dan sah menurut syariat.

5. Manfaatkan Waktu Sunyi di Subuh Hari
Jika Anda berkesempatan thawaf pada waktu subuh atau dini hari, kondisi Masjidil Haram biasanya lebih sepi sehingga Anda bisaa lebih khusyuk berdoa dan bahkan mendekati Ka’bah dengan lebih leluasa. Ini adalah tips yang sering dibagikan oleh jamaah berpengalaman dan muthawwif senior.

6. Bawa Catatan Kecil atau Gunakan Aplikasi
Jika belum hafal semua doa, tidak ada larangan membawa catatan kecil atu menggunakan aplikasi doa thawaf di ponsel. Yang penting adalah kehadiran hati dalam setiap doa yang dipanjatkan, bukan sekadar membaca secara mekanis.

Perbedaan Thawaf dlam Umroh dan Haji: Informasi Penting bagi Calon Jamaah

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan haji atau umroh, memahami perbedaan jenis-jenis thawaf sangat penting. Dalam konteks haji dan umroh, terdapat beberapa jenis thawaf yang masing-masing memiliki kedudukan berbeda dalam fiqih:

1. Thawaf Qudum – Thawaf yang dilakukan ketika pertama kali memasuki Masjidil Haram bagi jamaah yang datang dari luar Makkah. Hukumnya sunnah.

2. Thawaf Ifadhah (Thawaf Rukun) – Ini adalah thawaf yang merupakan rukun haji dan hrus dilakukan setelah wukuf di Arafah pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hukumnya wajib dan merupakan bagian dari rukun haji.

3. Thawaf Umroh – Thawaf yang dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah umroh. Hukumnya wajib dan merupakan rukun umroh.

4. Thawaf Wada’ – Thawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Makkah. Hukumnya wajib menurut mayoritas ulama. Jika ditinggalkan tanpa uzur, jamaah dikenai dam (denda).

5. Thawaf Sunnah (Thawaf Tathawwu’) – Thawaf yang dilakukan semata-mata sebagai ibadah tambahan tanpa ada kewajiban tertentu. Bisa dilakukan kapan saja selama berada di Makkah.

Pemahaman mengenai jenis-jenis thawaf ini sangat relevan bagi Anda yang sedang mempersiapkan perjalanan haji. Terkait persiapan haji, penting juga untuk mengetahui perbedaan haji ONH reguler vs plus vs furoda, memahami biaya haji 2025 resmi Kemenag, serta mengetahui cara daftar haji BPIH online agar persiapan Anda lebih matang dan terencana. Khusus bagi jamaah lansia, ada pula tips haji untuk lansia yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap nyaman dan kondisi kesehatan terjaga selama di Tanah Suci.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Berdoa dalam Thawaf

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di kalangan jamaah saat thawaf antara lain:

Kesalahan 1: Membaca Doa Terlalu Keras
Berdoa dengan suara keras hingga mengganggu jamaah lain adalah hal yng tidak dianjurkan bahkan bisa dihukumi makruh. Doa yang diucapkan dengan pelan dan penuh kekhusyukan jauh lebih utama.

Kesalahan 2: Hanya Fokus pada Hitungan Putaran, Bukan Kualitas Doa
Beberapa jamaah terlalu fokus pada hitungan putaran hingga melupakan dzikir dan doa. Gunakan alat hitung (counter) untuk putaran agar Anda bisa lebih fokus pada doa dan dzikir.

Kesalahan 3: Berlawanan Arah dengan Ka’bah
Thawaf hrus dilakukan dengan Ka’bah berada di sisi kiri (berlawanan arah jarum jam). Jika salah arah, thawaf tidak sah dan harus diulang.

Kesalahan 4: Memotong Jalur Thawaf Sembarangan
Keluar dari jalur thawaf dan masuk lagi tanpa alasan yang tepat dapat mempengaruhi keabsahan thawaf. Jika terpaksa harus keluar dari kerumunan, pastikan memulai hitungan dari posisi yang benar.

Kesimpulan

Doa saat thawaf di Ka’bah bukan sekadar rangkaian kata-kata yang diucapkan secara mekanis, melainkan curahan hati seorang hamba yang tengah berdiri di hadapan rumah Allah yang paling mulia di seluruh alam semesta. Memahami doa-doa wajib saat thawaf, mulai dari niat, bacaan di setiap putaran, doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, hingga doa di Maqam Ibrahim, adalah investasi spiritual yang akan mempertebal kekhusyukan ibadah Anda.

Inti dari seluruh panduan ini adalah: pelajari doanya, pahami artinya, hadirkan hati saat membacanya, adn percayakan semua hajat kepada Allah SWT yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Jangan lupa bahwa persiapan ibadah yang baik—termasuk dalam aspek Wisata Religi & Ziarah ke Tanah Suci—harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan dokumen, pemilihan agen umroh atau haji yang resmi, hingga bekal ilmu fiqih ibadah yng memadai.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk mengelilingi Ka’bah dengan penuh keimanan, keikhlasan, dan kekhusyukan. Semoga setiap doa yang dipanjatkan di sisi Ka’bah yang mulia mendapat ridha dan ijabah dari-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Untuk informasi lebih lengkap seputar persiapan umroh dan haji, tata cara ibadah, biaya terkini, dan tips praktis jamaah, kunjungi terus umrohpintar.id — panduan perjalanan ibadah Anda yang terpercaya.

Leave a Comment